Forma UIN RIL Kritisi Penetapan Golongan UKT: Terkesan Main Tembak Saja

240

LIWA, WAKTUINDONESIA – Perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa (Forma) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Yan Barusal, mengungkapkan dugaannya terkait besaran uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa baru tidak melalui tahap sampling survei.

Akibatnya, setelah diumumkan 13 Juli 2021 lalu, Yan menyebut banyak orang tua dan calon mahasiswa yang mengeluh lantaran besaran UKT yang ditetapkan.

Yan menilai penetapan golongan UKT itu terkesan asalan.

“Terkesan main tembak saja, sebelum pengumuman golongan UKT kami sudah berkoordinasi dengan pihak kampus terkait jadwal diumumkannya hasil seleksi golongan UKT kepada pihak akademik,” tutur Yan kepada awak waktuindonesia.id, Senin (19/7/21).

Menurut Yan, pihak akademik berkilah tidak mengetahui pasti terkait hal tersebut.

Dikatakan Yan, pihaknya sekarang tidak diberikan kewenangan seperti tahun-tahun sebelumnya dalam proses penyeleksian dan penetapan golongan UKT.

Yan pun menegaskan, adanya UKT ialah dimaksudkan untuk meringankan keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah agar dapat merasakan keseteraan dalam wilayah pendidikan.

“Maka konsep UKT adalah konsep gotong royong yang di berikan oleh pemerintah, amat di sayangkan jika dalam tataran praktik tidak dijalankan dengan baik,” sesal mahasiswa asal Lampung Barat (Lambar) tersebut.

Yang juga mengatakan jika Forma UIN RIL mencurigai pihak kampus tidak melakukan sampling survei terhadap calon mahasiswa baru untuk melakukan pencocokan data.

Sampling survei dinilainya penting dilakukan agar pihak kampus dalam menentukan besaran UKT tidak merugikan mereka yang benar-benar layak menerima keringanan.

“Selain itu kami mendapat informasi dari banyak calon mahasiswa baru yang kemungkinan gagal melanjutkan pendidikan karena orang tuanya tidak sanggup membayarkan besaran uang yang di terimanya,” bebernya.

Karena kata Yan, penetapan UKT yang dikritisi pihaknya tersebut bukan asal bunyi, salah satu calon mahasiswa Lambar yang tak disebutkan namanya melapor dan mengaku mendapat penetapan UKT yang tidak seharusnya.

BACA JUGA:  Finishing 2 Gedung SMPN1 Krui tak Rampung Tahun Lalu, Ini Pernyataan Plt Kadisdik Jon Edwar

“Ada salah satu mahasiswa asal Lambar mendapat beban UKT sebesar Rp4 juta. Sementara dia adalah seorang yatim piatu. Dengan fakta demikian kami menduga ada penyeleksian oleh pihak UIN RIL yang tidak tepat sasaran,” ujar Yan.

Yan berharap hal tersebut bisa menjadi perhatian serius oleh semua pihak agar tidak ada kesenjangan.

“Esensinya ialah tentu kita semua berharap agar semua orang bisa mendapatkan pendidikan yang layak,” tukasnya.

Hingga berita ini rilis pihak UIN RIL belum berhasil dikonfirmasi.

(erw/WII)

Facebook Comments