Karena menurut Natadjudin, faktor mengapa hanya sedikit hewan kurban yang disembelih di RPH milik pemkab tersebut ia menilai karena momen sakral pemotongan hewan kurban masih melekat di tengah masyarakat.
“Tidak bisa kita pungkiri, pemotongan hewan kurban ini memiliki nuansa tersendiri, karena pemotongan dan tujuannya hanya bisa dilaksanakan pada hari raya Idul Adha saja, sehingga warga pun lebih memilih memotong hewan kurban secara mandiri,” hematnya.
“Selain memiliki nilai sakral bagi masyarakat, juga sarana hiburan bagi masyarakat karena ada euforianya tersendiri,” imbuhnya.
Dengan demikian kata Nata, pihaknya menegaskan masih ada waktu bagi masyarakat Liwa dan sekitarnya yang belum melakukan penyembelihan hewan kurban dan ingin menggunakan fasilitas antar jemput di RPH setempat.
“Hingga H+3 Idul Adha pelayanan ini kita berikan, sehingga masih ada besok (22/7) bagi masyarakat yang berminat tinggal hubungi saja Disbunnak dan akan diberikan pelayanan sebagaimana mestinya,” tukasnya
Diwartakan sebelumnya, bagi masyarakat yang menggunakan jasa antar jemput pemotongan hewan kurban yang di inisiasi Disbunnak tersebut pemilik hewan akan menerima kembali daging utuh yang telah dibersihkan dan siap di bagikan dengan tarif terjangkau Rp15 ribu per hewan kurban.
(erw/WII)





