Bupati Pesisir Barat, Lampung, Agus Istiqlal, berziarah ke Makan Patih Gajah Mada di Pekon Kerbanglanggar Kecamatan Pesisir Utara, Selasa (27/7/21). ist
KRUI, WAKTUINDONESIA – Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Lampung Agus Istiqlal, terus menunjukkan keseriusannya dalam memaksimalkan potensi wisata sejarah yang terkandung di Bumi Para Sai Batin dan Ulama itu.
Kali ini Selasa (27/7), Bupati Agus dengan didampingi Asisten dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bertolak ke Pekon Kerbanglanggar Kecamatan Pesisir Utara, mengunjungi Makan Patih Gajah Mada, patih kerajaan Majapahit, yang terkenal dengan sumpah palapanya.
Kunjungan tersebut dalam rangka persiapan rencana pengembangan Makam Patih Gajah Mada sebagai lokasi wisata sejarah.
Usai berkunjung ke Makam Patih Gajah Mada, Agus melanjutkan lawatannya ke ahli waris yang merupakan keturunan ke-17 Patih Gajah Mada, yakni Ahmad Saunan dan Kurdinata yang menetap di Pekon Negeriratu Kecamatan Pesisir Utara, dengan maksud melihat secara langsung benda-benda peninggalan dari Patih Gajah Mada.

Adapun peninggalan tersebut berupa perkakas rumah tangga dan senjata perang. Pada benda-benda tersebut terdapat tulisan Jawa kuno juga terdapat tulisan Arab dengan lafadz “Lailahaillallah”. Berdasarkan bukti tersebut para ahli waris meyakini bahwa Patih Gajah Mada adalah orang Muslim.
Di sela-sela kunjungannya, orang nomor wahid di Pesibar itu mengatakan bahwa sebelumnya Pemkab Pesibar telah melakukan pembangunan akses menuju makam dimaksud dalam bentuk jalan rabat beton.
“Tidak hanya itu, Pemkab Pesibar juga berencana membangun fasilitas lain di lokasi Makam Patih Gajah Mada. Mulai dari toilet, penginapan, dan pusat kuliner. Hal ini dilakukan untuk menjadikan Makam Patih Gajah Mada ini sebagai objek wisata sejarah,” jelas Bupati.
Agus menandaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengadakan studi banding ke daerah Jawa Tengah (Jateng) untuk mempelajari seperti apa bentuk dari kuburan panglima perang yang ada di daerah Jateng. Mengingat Patih gajah Mada adalah orang Jawa, yang kemudian nantinya akan diterapkan ke Makam Patih Gajah Mada di Pesibar. (ers/WII)





