“Saya berharap pembangunan perpustakaan yang ada di SD Negeri 60 Gedongtataan ini secepatnya di bangun di tahun 2022 kerena ini sangat berpengaruh kepada siswa-siswi yang ingin membaca di perpustakaan,” pungkasnya.
Diketahui, pihak sekolah sendiri sudah dua kali melakukan pengajuan pembangunan gedung perpustakaan itu pada tahun 2018 akhir dan pada tahun 2021 namun dari pemerintahan maupun dinas terkait belum merespon.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Pesawaran Fauzan, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Yahtar, mengatakan bahwa yang jadi pemikiran adalah jumlah muridnya yang sangat sedikit.
“Yang jadi pemikiran kita kan sisiwa SD itu hanya 34 orang saja dari kelas I sampai kelas VI. Jadi kayaknya sudah tidak layak lagi diberikan bangunan,” kata dia.
Menurutnya, melihat dari situasi jumlah siswa yang ada, kemungkinan sekolah tersebut akan ditutup dan murid akan di gabungkan dengan sekolahan terdekat.
“Ya segera nanti akan kami tinjau, setelah ditinjau baru akan diputuskan layak atau tidak layaknya untuk digabungkan ke sekolahan yang terdekat,” pungkasnya.
(apr/WII)





