Menurutnya, imbas dari kebakaran membuat beberapa bangunan yang terbuat dari kayu pun ikut habis terbakar.
“Ludes semua pak, itu kan fotocopy banyak kertas didalamnya, warung juga terbuat dari kayu jadi api cepat membesar,” ujarnya.
Sementara, Sri istri dari Lukman pemilik ruko fotocopy warga Desa Gedongtataan menjelaskan, bahwa toko fotocopy yang digunakan untuk usaha memang kosong dan tidak ada yang menunggu.
“Kalau untuk kerugian mencapai diperkirakan Rp700 juta, karena 3 mesin fotocopy, beberapa komputer, berbagai kertas dan alat tulis kantor habis terbakar semuanya,” pungkas Sri.
(Apr/WII).





