Lebih jauh Lingga menegaskan dan menjamin pelaksanaan seleksi CASN sudah transparan dan kesalahan yang terjadi berasal dari peserta seleksi sendiri. Teknologi yang digunakan untuk seleksi juga terus dikembangkan, sehingga semua pihak yang terlibat dituntut transparansi dan akuntabilitas. Namun demikian, tetap diberikan ruang menyampaikan protes jika ada pengaduan.
“Semua terkoneksi seperti komputer yang digunakan untuk pelaksanaan CAT, kamera pengawas yang terhubung ke server pusat dan hasilnya bisa langsung diperoleh. Tidak ada lagi permainan dengan uang atau praktek nepotisme,” tegasnya
Pelaksanaan seleksi CASN dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat guna mencegah penyebaran wabah Covid-19.
(ers/WII)





