Karena kata Hasan Basri, delapan penyuluh yang tersebar di seluruh Lambar adalah garda terdepan yang menyentuh dan mensosialisasiakan ikhwal pengelolaan hutan secara langsung kepada masyarakat.
Pasalnya, bimbingan dan pendampingan oleh penyuluh adalah tugas intens dan skala prioritas bagi HKm binaan.
“Kami sangat mengapresiasi Hkm Wonorejo atas prestasinya, serta kami berharap agar selalu konsisten dalam menjaga alam tetap lestari serta melahirkan inovasi lainnya,” pintanya.
“Agar kiranya capaian Kalpataru ini, menjadi tauladan dan motivasi bagi Hkm lainnya dalam mengelola Hkm,” imbuhnya.
Sementara, ketua HKm Wonorejo, Santoso, yang mengelola hutan yang berada di Register 44 B. Way Tenong-Kenali itu mengungkapkan terimakasih atas kepercayaan yang diamanahkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung tersebut.
“Selain itu kami haturkan terimakasih atas kepercayaan, bimbingan serta kordinasi yang telah diberikan Dinas Kehutanan Lampung melalui UPTD KPH Liwa hingga berhasil mendapat penghargaan,” terangnya.
Selain itu santoso menyebut, pihaknya akan terus berupaya berinovasi agar HKm tidak hanya semakin baik dalam pengelolaan, tetapi juga sebagai ekowisata bagi masyarakat sehingga bakal mensejahterakan masyarakat, tandasnya.
(erw/WII)





