Selain itu Pak Cik mengutarakan kolaborasi antara guru, seniman dan semua pihak adalah kekuatan besar sebagai eksitensi adat budaya di kabupaten berjuluk Bumi Beguwai Jejama.
Oleh karenanya kata dia, transfer ilmu kesenian oleh pendidik dan seniman kepada peserta didik adalah tonggak kelestarian seni dan budaya.
Masih kata Pak Cik, dirinya memuji atas terselenggaranya GSMS yang menampilkan berbagai produk kesenian, tari kreasi dan karya lainnya oleh siswa siswi dari berbagai sekolah tersebut.
“Apresiasi khusus kepada GSMS yang sudah memberikan keilmuan, pengetahuan serta memberikan motivasi kepada kepala sekolah, dewan guru dan kepada para siswa-siswinya untuk sama-sama mencintai, menjaga seni budaya yang dimiliki Kabupaten Lambar,” tandasnya
(erw/WII)





