4 Petahana Pilkades di Simpang Pematang Kompak Nomor 2, Ada yang Terpaksa Dilawan Istri

  • Bagikan

MESUJI, WAKTUINDONESIA – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Mesuji Lampung dijadwal 1 November 2021.

Pesta demokrasi enam tahunan itu bakal digelar di 57 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di Mesuji, salah satunya Kecamatan Simpang Pematang.

Di Simpang Pematang, tercatat enam desa yang menggelar pilkades ini.

Tahapan pilkdes tersebut telah sampai pada pengundian nomor urit calon kades (Cakades), Selasa (12/10/21).

Pantauan Waktuindonesa.id, hasil pengundian panitia masing-masing desa, nomor urut 2 didominasi petahana.

Cukup menarik. Tercatat empat incumbent yang mendapat angka dua itu. Yaitu, di Desa Mulyo Agung, Desa Margo Rahayu, Desa Bangun Mulyo dan Desa Simpang Mesuji.

Sisanya, dua desa, cakades petahana memdapat nomorburut 1 dan 3.

No urut 1 didapat cakades petahana Desa Margo Makmur dan di Desa Ajijaya petahana mendapat nomor urut 2.

Lebih menarik pagi, ada incumben yang bertarung melawan sang istri. Ini terjadi di Desa Mulya Agung.

Di desa itu, incumbennya adalah Soni Imawan. Ia juga mendapat nomor urut dua.

Sementara, sang kompotitornya, si istri, Melur Octari. Ia mendapat nomor urut 1.

Kepada Waktuindonesia.id, Soni menjelaskan, pasutri itu berkompetisi di pilkades di desanya lantaran adanya peraturan bupati yang tidak mengizinkan adanya satu calon dalam pilkades guna menghindari adanya kotak kosong.

Siasat itu dijalani lantaran hingga akhir pendaftaran calon kades di desa tersebut tak ada warganya yang mau maju, bertarung dengan Soni.

Sehingga diputuskan yang menjadi penantangnya Melur Octari.

“Saya sendiri nomor urut , sedangkan istri saya nomor urut Satu. Jadi ini (pertarungan pilkades) ini untuk menghindari adanya melawan kotak kosong, sebagaimana diatur dalam peraturan bupati tidak boleh ada kotak kosong aturannya seperti itu. Pendaftaran dibuka, tetapi ga ada yang daftar, ya akhirnya istri saya yang daftar,” ungkap Soni.

BACA JUGA:  Relawan Adipatilagi Ajak Pemuda Waykanan Peduli Politik

Meski mendapatkan lawan sang istri, namun Soni mengakui dirinya tak pernah gentar.

“Pilkades sebelumnya, saya mendapatkan lawan yang bukan istri. Namun kali ini, karena nggak ada yang berani lawan, akhirnya istri saya yang jadi lawan di Pilkades Serentak 2021 ini,” lanjutnya.

Meski berstatus petahana dan ditantang sang istri, Soni yakin memenangkan pilkades tahun ini.

Ia juga menyatakan siapa pun nantinya yang terpilih dalam pilkades tersebut, dirinya akan tetap melayani masyarakat.

“Karena itu sudah ada peraturan pilkades. Siapa pun yang terpilih itu yang dipilih masyarakat, tetapi kita tetap optimistis dan tetap akan bekerja untuk masyarakat. Intinya seperti itu. Mungkin saya sendiri pasangan suami istri bertarung di Pilkades Kabupaten Mesuji,” ujar Soni.

(fan)

  • Bagikan