4 Petahana Pilkades di Simpang Pematang Kompak Nomor 2, Ada yang Terpaksa Dilawan Istri

  • Bagikan

Kepada Waktuindonesia.id, Soni menjelaskan, pasutri itu berkompetisi di pilkades di desanya lantaran adanya peraturan bupati yang tidak mengizinkan adanya satu calon dalam pilkades guna menghindari adanya kotak kosong.

Siasat itu dijalani lantaran hingga akhir pendaftaran calon kades di desa tersebut tak ada warganya yang mau maju, bertarung dengan Soni.

Sehingga diputuskan yang menjadi penantangnya Melur Octari.

“Saya sendiri nomor urut , sedangkan istri saya nomor urut Satu. Jadi ini (pertarungan pilkades) ini untuk menghindari adanya melawan kotak kosong, sebagaimana diatur dalam peraturan bupati tidak boleh ada kotak kosong aturannya seperti itu. Pendaftaran dibuka, tetapi ga ada yang daftar, ya akhirnya istri saya yang daftar,” ungkap Soni.

Meski mendapatkan lawan sang istri, namun Soni mengakui dirinya tak pernah gentar.

“Pilkades sebelumnya, saya mendapatkan lawan yang bukan istri. Namun kali ini, karena nggak ada yang berani lawan, akhirnya istri saya yang jadi lawan di Pilkades Serentak 2021 ini,” lanjutnya.

Meski berstatus petahana dan ditantang sang istri, Soni yakin memenangkan pilkades tahun ini.

Ia juga menyatakan siapa pun nantinya yang terpilih dalam pilkades tersebut, dirinya akan tetap melayani masyarakat.

“Karena itu sudah ada peraturan pilkades. Siapa pun yang terpilih itu yang dipilih masyarakat, tetapi kita tetap optimistis dan tetap akan bekerja untuk masyarakat. Intinya seperti itu. Mungkin saya sendiri pasangan suami istri bertarung di Pilkades Kabupaten Mesuji,” ujar Soni.

(fan)

BACA JUGA:  Bismillah, Alzier Nyatakan Dukung Dendi-Marzuki, Simak Alasannya
  • Bagikan