Soal Gas Elpiji 3Kg Langka dan Dijual Rp35 Ribu, Ini Kata Disperindagkop-UKM Subulussalam

  • Bagikan

SUBULUSSALAM, WAKTUINDONESIA – Dinas Perindusterian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kota Subulussalam, Aceh, menanggapi statemen Aceh LSMP Noorwangsanegara dan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Subulussalam yang menyoroti gas elpiji 3Kg yang sukar didapat. Meski bisa didapat, harga mencapai Rp30 ribu – Rp35 ribu pertabung, Minggu (17/10/21).

Plt Kepala Disperindagkop-UKM Subulussalam, Wardiansyah, menyebut pihaknya telah mengingatkan agen resmi dan pangkalan agar tidak menjual gas elpiji 3Kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp20,5 ribu per tabung.

Wardiansyah bahkan dengan tegas menyebut kewenangan bertindak jika masih terjadi penjualan gas elpiji di atas HET.

“Sanksinya sudah jelas, bahwa agen resmi akan menindak tegas jika ada pangkalan yang bermain curang, menjual gas 3Kg kepada masyarakat di atas HET. Sedangkan jika ditemukan kecurangan itu terjadi di pihak agen, maka Disperindagkop dan UKM Kota Subulussalam yang akan menindak tegas,” kata Wardiansyah.

Dikatakan, agen yang nakal ditindak oleh agen resminya dengan memutuskan hubungan kerjasamanya.

Sementara jika agen yang nakal maka pihaknya punya kewenanangan bertindak.

“Hal itu sudah disampaikan langsung kepada pihak agen saat turun ke lapangan pada 4 Oktober lalu,” sebut Wardiansyah.

Terkait kelangkaan gas melon itu di beberapa tempat ia membenarkan.

“Tak dipungkiri bahwa saat ini terjadi kelangkaan gas (Elpiji 3Kg) sebagaimana keluhan masyarakat,” ujar Wardiansyah membenarkan.

Menurutnya, kelangkaan yang berdampak melambungnya harga barang dalam pengawasan itu disebabkan beberapa faktor.

BACA JUGA:  Anggota DPD Haji Uma ke Subulussalam, Bahas soal Serapan DD, SIM hingga Tinjau Lokasi Mobil Terjun ke Jurang
  • Bagikan