Menurutnya, banyaknya sekolah yang muridnya di bawah 60 dikarenakan banyaknya sekolah yang ada di wilayah tersebut, kemudian banyaknya sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan juga banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya ke Pondok Pesantren.
“Jarak yang berdekatan juga menjadi salah satu penyebab sekolah tersebut tidak mendapatkan murid, maka dari itu kita terus menekankan kepada para kepala sekolah agar lebih ditingkatkan inovasi dalam menarik murid,” ungkapnya.
“Kemudian untuk para guru yang sekolahnya dimerger akan kita tempatkan di sekolah gabungannya tersebut, kemudian kalau sudah kelebihan tenaga pengajarnya baru kita lakukan pemerataan ke sekolah-sekolah yang ada di Pesawaran, karena kebetulan kota sedang kekurangan tenaga pengajar,” pungkasnya.
(apr/WII)





