Menurutnya, puluhan siswa yang sekolah disana merupakan warganya dan dengan segala keterbatasan pihak Desa membantu memperbaiki bangunan sekolah itu.
“Seharusnya Kepala MI (Muawanah) ceritakan apa adanya di Kemenag, jangan seolah menyudutkan pihak lain, kami di sini membantu dan peduli dengan nasib para siswa, semua itu juga dikerjakan ikhlas,” sesalnya
“Saya berharap Kemenag memberikan solusi lah agar bangunan itu bisa diperbaiki dengan maksimal, karena sudah sejak lama kami mengajukan permohonan rehab sekolah,” tandasnya.
Sedangkan Kepala MI Jamiatul Islamiyyah saat ingin di konfirmasi terkait tudingannya yang menyebutkan bahwa pemberitaan pembongkaran bangunan Madrasah itu adalah hoax saat dihubungi sempat mengangkat namun ia langsung berpamitan untuk melaksanakan shalat ashar dulu.
Kemudian saat dihubungi kembali tidak mengangkat meski nomor ponselnya dalam keadaan aktif.
BACA: Kemenag Pesawaran Cuek, Masyarakat Teba Jawa Bongkar Atap Madrasah Lapuk
Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Desa Tebajawa Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran ramai-ramai mendatangi Madrasah Ibtidaiyah Jamiatul Islamiyah (MI-JI) di desa setempat, Minggu (21/11/2021).
Hal itu mereka dilakukan guna membongkar atap MI-JI yang sudah lapuk, dan dikhawatirkan atap dari sekolah yang merupakan satu-satunya aset pendidikan di desa itu akan runtuh menimpa para siswa.
Menurut, Kepala Desa Teba Jawa Amrulloh bersama Pemerintahan Desa dan Komite sekolah MI-JI mengatakan, sudah bertahun-tahun sejak sebelum dirinya mejadi Kepala Desa Teba Jawa bahwa telah mengajukan proposal ke Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran namun tak kunjung ada respon.
(apr/WII)





