Festival Budaya Lamban Pesagi: Kebangkitan Budaya hingga Kuliner Tradisional

  • Bagikan

LIWA, WAKTUINDONESIA – Pelaksanaan Festival Budaya Lamban Pesagi di Pekon Kenali, Kecamatan Belalau, Lampung Barat berhasil digelar dan berlangsung meriah, Rabu (24/11/21).

Selain menyajikan berbagai atraksi kebudayaan juga menghadirikan sejumlah kuliner tradisional khas masyarat setempat.

Misalnya, gulai kabing (dalaman batang aren bersantan) sayur pepput, sambol nyanyas (sambal nanas), selimpok, kakicak, cucokh dan lainnya.

Kuliner tradisional tersebut menjadi daya tarik tersendiri, mengingat di tengah arus modernitas warisan leluhur tersebut masih terjaga.

Dengan begitu, Festival Lamban Pesagi yang perdana digelar diyakini menjadi awalan kebangkitan potensi kuliner tradisional dan ragam adat istiadat masyarakat setempat.

Peratin Pekon Kenali, Rustam, mengamini hal di atas.

Dirinya berkeyakinan kuliner tradisional kelak akan menjadi icon bagi Pekon Kenali, khususnya pada kawasan wisata Lamban Pesagi.

“Ini menjadi kekuatan dan bentuk kepercayaan diri untuk semakin melestarikan kuliner tradisional masyarakat,” jelasnya.

Karena kata dia, rencananya kuliner tradisional akan disajikan ketika Cagar Budaya Lamban Pesagi menjadi tujuan tourist lokal, nasional maupun mancanegara. Bahkan kalangan pemerintah daerah.

“Sehingga pemberdayaan masyarakat terwujud, di mana hasil akhir adalah kesejahteraan,” ujarnya.

“Tentunya kuliner tradisional tetap lestari dan juga menjadi angin segar bagi pelaku UMKM di desa,” sambungnya.

Sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat Pekon Kenali, kata Rustam, dirinya berencana bakal menganggarkan dana stimulan melesatarikan kuliner tradisional dari dana desa (DD).

“Rencananya, festival ini akan coba kita rutinkan setiap tahun, sebagai ciri khas bagi Pekon Kenali,” terangnya.

Selain itu, Rustam berterimkasih kepada pemkab setempat, berkat kerjasama acara Festival Lamban Pesagi dapat terealisasi.

BACA JUGA:  Festival Budaya Pesenggiri 2025, Angkat Kekayaan Budaya dan Pariwisata Lampung
  • Bagikan