Bupati Pesawaran Hadiri Istighosah Songsong Muktamar NU ke-34

  • Bagikan

“Setelah kita merenungi ini, mari kita bulatkan tekad dalam bentuk sebuah niat yaitu untuk berbuat, untuk melaksanakan apa yang belum kita lakukan,” timpalnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengatakan, pesantren merupakan kapital kita dalam menjalani kehidupan, pesantren memiliki empat metode dalam mendidik santri dan santri wati.

“24 jam kiyai mengawasi santrinya. Seperti Rasulullah mengawasi para sahabatnya dalam berprilaku, dan pesantren se-modern apapun harus mewajibkan santrinya membaca Alquran dan harus khatam Alquran serta menghafal Alquran,” katanya.

“Kiyai juga harus mendidik akhlak para santri dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Santri juga wajib menunaikan shalat lima waktu secara berjamaah dan rutin melaksanakan Shalat sunah. Kiyai harus memerintahkan anak santrinya berakhlak, berbudaya, dan santun,” tambahnya.

Menurutnya, dalam kehidupan terdapat cobaan dan bisikan untuk melakukan kezaliman serta bisikan yang lebih berbahaya dari bisikan syaitan, yaitu bisikan hawa nafsu tidak ada hentinya apabila manusia selalu mengikuti hawa nafsu, tidak akan merasa puas, selalu merasa kekurangan, baik dalam harta nafsu birahi maupun nafsu melakukan maksiat.

“Saya berharap santri di sini menjadi benteng agama dan selalu di jalan Allah SWT, apabila ada santri yang menyimpang harus segera diluruskan baik prilaku maupun akhlaknya bukan hanya ilmunya tetapi tarbiah ruhaniah, manusia itu pasti mendapatkan hidayah tetapi karena kita lengah maka tertutup lah hidayah tersebut oleh karena itu kita harus selalu tekun dan tidak lengah Insyallah Allah akan memberikan hidayah kepada hambanya,” pungkasnya.

(apr/WII)

BACA JUGA:  Wartawan dan Kapolres Dairi Bersinergi
  • Bagikan