2 Tahun 7 Program Digempur Pandemi, Bupati Lampung Barat: Mohon Maklum

  • Bagikan

Kelima, menyejahterakan petani yang diwujudkan dengan optimalisasi badan usaha milik pekon sebagai penyalur pupuk ,  menjadi eksportir kopi, dan stabilisasi harga gabah, kemudian bermitra dengan pengumpul dan kelompok tani. Peningkatan produktivitas dan mutu hasil pertanian melalui bantuan sarana dan prasarana pertanian, selanjutnya Pembelian gabah petani melalui pengembangan lumbung pangan.

Keenam, mewujudkan Masyarakat Berdaya Saing dan Peningkatan Kinerja Pelayanan Publik dengan upaya Pemberdayaan pemuda dan kelompok perempuan melalui rumah produktif dan kreatif untuk menciptakan lapangan kerja, pengembangan desa atau desa wisata.

Memfasilitasi perubahan alih status lahan kehutanan yang dikelola oleh masyarakat menjadi hak milik. Selanjutnya Mempercepat penyelesaian penegasan tapal batas, meningkatkan insentif aparatur pekon. Pelayanan publik yang mudah, cepat, tepat, murah atau gratis, dan transparan.

Terakhir, ketujuh, peningkatan iman dan taqwa dengan cara bantuan bedah rumah bagi rumah tidak layak huni, selanjutnya umroh dan meningkatkan insentif bagi guru ngaji, imam masjid, marbot, aparatur dan masyarakat berprestasi. Meningkatkan nilai serta jumlah penerima bantuan rumah ibadah dan pondok pesantren atau lembaga pendidikan keagamaan lainnya.

Untuk sektor pertanian, lanjut Parosil, pihaknya juga terus menggelontorkan bantuan, baik dari sarana dan prasarana pertanian. Namun, lagi-lagi pihaknya meminta maaf bila bantuan tersebut dalam penyaluran hanya diprioritaskan kepada yang membutuhkan.

“Bantuan pertanian tiap tahun ada, dari handtractor dan sarana lain tapi tidak semua masyarakat bisa mendapatkan. Bantuan ini diperuntukan untuk masyarakat yang berpropesi tani dengan tujuan dapat menibgkatkan hasil produksi pertanian,” ujarnya.

Parosil juga mengatakan, warga Lambar patut bangga dengan pencapaian dalam penangan covid-19 di wilayah setempat. Di mana, saat ini Lambar menyandang nihil penularan covid-19. Selain itu, vaksinasi covid-19 di Lambar telah menyentuh angka 75 persen.

BACA JUGA:  Kementerian Verifikasi UMKM di Lambar: Lampung hanya 2 Kandidat Penerima Reward di Istana Negara

“Yang perlu diketahui oleh masyarakat, saat ini Lambar tidak ada lagi yang terkonfirmasi covid-19. Vaksinasi masyarakat juga sudah tinggi dari 15 kecamatan yang ada,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya menghimbau masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan sebagai langkah antisipasi penyebaran civid-19.

“Tapi perlu diingat prokes penting dan vaksinasi harus dilakukan jangan hanya melakikan vaksin karena takut bantuannya dicabut,” pungkasnya.

Sekadar informasi, empat tahun silam, 11 Desember 2017, pasangan kepala daerah (Kada) yang dikenal dengan akronim PM itu resmi dilantik Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo atas nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), yang kala itu dijabat Tjahjo Kumolo.

PM dilantik setelah memenangi pilkada 15 Februari 2017.

PM menggatikan pasangan kada sebelumnya, Mukhlis Basri dan Makmur Azhari yang purna masa bakti.

(dri/WII)

  • Bagikan