Ketua PWI Pesawaran M. Ismail (Kanan) dan Ketua AWPI Pesawaran (Kiri)/Foto: Apriansyah
GEDONGTATAAN, WAKTUINDONESIA – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pesawaran M. Ismail mendesak Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Distrik Pesawaran Abdul Manaf, untuk minta maaf langsung secara terbuka kepada seluruh awak media yang ada di Kabupaten Pesawaran.
Hal tersebut menindaklanjuti unggahan video dirinya yang berisi dugaan intimidasi, pengancaman dan intervensi terhadap sejumlah awak media, yang memberitakan kejadian penangkapan oknum anggota LSM GMBI yang diduga melakukan pemerasan oleh Polres Pesawaran.
“Ya saya selaku Ketua PWI Pesawaran dengan tegas mendesak kepada Abdul Manaf selaku Ketua LSM GMBI Distrik Pesawaran untuk meminta maaf kepada seluruh awak media, karena sudah jelas dalam video tersebut ada indikasi mengintimidasi, mengancam, dan mengintervensi,” kata Ismail, Jumat 31 Desember 2021.
Menurutnya, apabila yang bersangkutan tidak segera meminta maaf secara langsung dalam 1×24 jam maka PWI Pesawaran akan melapor secara resmi ke Aparat Penegak Hukum (APH).
“Saya minta kepada Abdul Manaf untuk segera minta maaf secara langsung dan saya tunggu dalam 1X24 jam, kalau tidak, saya selaku ketua organisasi profesi wartawan akan bawa persoalan ini ke ranah hukum,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Profesional Indonisia (DPC-AWPI) Pesawaran dengan adanya unggahan video Ketua GMBI yang telah viral media sosial WhatsApp menyuruh wartawan untuk menghapus berita terkait penangkapan oknum anggota LSM GMBI oleh Polres Pesawaran tentunya sangat melukai hati para wartawan.
“Saya selaku ketua AWPI Pesawaran sangat menyayangkan pernyataan Abdul Manaf selaku ketua LSM GMBI yang sangat melukai perasaan kami selaku awak media, dan dengan adanya pernyataan tersebut kami juga merasa diintervensi,” ujarnya.
“Maka saya juga mendesak kepada yang bersangkutan untuk segera minta maaf secara langsung dan terbuka kepada seluruh awak media yang ada di Pesawaran, dan kalau tidak kami akan membawa persoalan ini ke jalur hukum,” pungkasnya.
(WII)





