“Harapannya kegiatan ini dapat mendatangkan peselancar dan investor yang diiringi oleh sponsor-sponsor yang masuk ke Pesibar hingga hajat besar ini bermanfaat serta dapat menambah pembangunan di Pesibar,” lanjutnya.
Lebih jauh Agus memaparkan gelaran WSL Krui Pro Surfing QS 5000 sudah dianggarkan oleh Pemkab Pesibar, yang diawali dari rapat koordinasi yang dilaksanakan di Bali tersebut.
“Start persiapan event Krui Pro Surfing QS 5000 dimulai dan akan ditindaklanjuti kembali untuk berkoordinasi dengan stack holder yang ada. Kami meminta agar pelaksanaan Krui Pro Surfing QS 5000 dihelat pada 11-17 Juni tahun ini,” ungkapnya.
Kemudian itu, Pemkab sudah menyiapkan Tempat acara event word surf league surfing (WSL) yang akan di selenggarakan di Tanjung Setia.
Bupati juga berharap agar spot surfing yang ada di Pesibar bisa dimanfaatkan mulai dari pantai Wayjambu, Tanjungsetia, Mandirisejati, Walur, Labuhanjukung, dan Lemong.
Sementara itu Sekjen PSOI, Tipi Jabrik Noventin berharap pariwisata internasional ini bisa dibuka dalam waktu dekat. Dia juga mengatakan bahwa PSOI akan berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk kementrian yang membidangi, termasuk ihwal perizinan.
“Semua yang diharapkan Pemkab Pesibar mudah-mudahan akan kita dukung semaksimal mungkin,” ujarnya. (WII)





