Sementara itu Kadis Koperindag, Bambang menambahkan, dari hasil monitoring ini akan melakukan evaluasi terkait persoalan minyak goreng.
Ia memastikan, di Pringsewu ada 12 distributor yang telah menerima pasokan dari produsen minyak goreng di Lampung.
“Alhamdulilah kondisinya aman terkendali,” tuturnya.
Bambang memastikan, sesuai pengamatan tim monitoring di toko-toko grosir seluruhnya ada minyak goreng.
Kaitan dengan harga sendiri, menurut dia, akan mengikuti kebijakan harga yang terbaru.
Oleh karena itu, pihaknya akan segera menyosialisasikan ke masyarakat bila sudah ada surat dari pusat terkait kebijakan harga baru minyak goreng.
Kalaupun ada oknum pedagang nakal yang menimbun atau menahan stok minyak goreng untuk keuntungan pribadi, menurutnya akan segera dilakukan tindakan tegas.
“Tindakan itu sebagaimana sanksi hukum yang berlaku.,” tandasnya.





