Yakni, rambu peringatan bahaya yang didesain dengan latar belakang kuning berwarna hitam.
Kemudian, rambu larangan bagi pengguna jalan. Rambu ini gambar dengan latar putih dan warna tulisan merah dan hitam.
Ada lagi rambu perintah. Yakni rambu yang wajib dilaksanakan pengguna jalan. Rambu perintah ini dibuat berbentuk bundar berwarna biru dengan gambar putih dan merah.
Terus, rambu petunjuk. Yakni, rambu yang menunjukan sesuatu.
Terakhir, rambu tambahan, yaitu rambu yang memberikan keterangan tambahan dan rambu no rute jalan.
Dalam materinya, Kabid Usaman juga menerangkan prosedur menyeberang.
Menurutnya, saat menyeberang siswa-siswi harus memperhatikan sejumlah hal.
Di antaranya menyeberang titik yang telah ditentukan, yakni zebra cross.
Saat akan menyeberang siswa harus awas, dengan memperhatikan arus kendaraan. Pastikan tak ada kendaraan melintas
“Lihat ke kanan dan kiri pastikan jalan kosong gka ada kendaraan lewat,” katanya.
Selanjutnya, Kabid Angkutan Keselamatan Tamrin, menegaskan tujuan kegiatan berlalulintas untuk anak sekolah tersebut adalah upaya meningkatkan kesadaran pelajar dalam mematuhi peraturan lalu lintas.
“Mengurangi resiko kecelakaan akibat perilaku sebagai pengguna jalan. Menanamkan dan membangun kesadaran generasi muda melalui pelajar untuk berperilaku tertib berlalu lintas dan menyebarluaskan informasi tentang keselamatan jalan ke kalangan generasi muda melalui pelajar,” pungkasnya.(WII)





