Kemudian, Dinkes Pesbar tahun ini akan melaksanakan intervensi gizi spesifik dalam penanganan stunting seperti memberikan tablet tambah darah untuk mengatasi anemia pada ibu hamil, mengkonsumsi garam beryodium, ASI eksklusif, dan imunisasi.
“Lalu pemberian ASI selama dua tahun didampingi MP ASI adekuat, pemberian obat cacing, pemberian makanan tambahan tata laksana gizi buruk, penanggulangan malaria dan pencegahan dan pengobatan diare,” ujarnya.
Masih kata dia, dalam penanganan stuting harus ada peran serta dari OPD terkait lainnya, karena dalam mengatasi stunting tidak hanya menjadi tanggungjawab Dinkes saja, melainkan ada delapan aksi konfergensi yang melibatkan OPD terkait.
“Kami berharap penanganan stunting ini tidak hanya dibebankan ke Dinkes saja, tapi OPD lain juga bisa melaksanakan tugas masing-masing,” tandasnya. (WII)





