GEDONG TATAAN, WAKTUINDONESIA – Masyarakat Desa Bernung Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Desa setempat Deswan, yang disinyalir melakukan penyimpangan dan mark up (menggelembungkan-red) anggaran Dana Desa (DD) sampai ratusan juta rupiah.
“Kami mendesak dan berharap aparat penegak hukum untuk melakukan pemanggilan serta pemeriksaan terhadap Kades Deswan, kami menduga telah menyimpangkan Dana Desa tahun 2018, 2019, 2020 dan 2021,” kata salah satu masyarakat Dusun Menanti Kasih Kepada yang namanya minta tidak disebut, Rabu 11 April 2022.
Ia mengatakan banyak pembangunan di Desa Bernung yang menggunakan Dana Desa tidak sesuai dalam realisasinya dengan anggaran Dana Desa yang yang telah diturunkan Pemerintah Pusat.
“Ini sudah jelas kita lihat dengan kasat mata seperti pada tahun 2018 Pagu Rp. 886.401.000, dengan rincian anggaran untuk item Pembinaan PKK Rp. 5.090.000, Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp. 13.800.000, kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Rp. 131.553.148,” sebutnya.
“Dan kembali menganggarkan Pembinaan PKK Rp. 13.640.000, ada lagi Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp. 18.600.000, kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp. 228.970.920, dalam realisasi nya tidak sesuai dengan anggaran,” jelasnya.
Selain itu, diketahui juga ada Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Rp. 176.165.198, kemudian Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa (PKD) Polindes Milik Desa Obat-obatan; Tambahan Insentif Bidan Desa Perawat Desa Penyediaan Pelayanan KB dan Alat Kontrasepsi bagi Keluarga Miskin, Rp. 16.200.000, kemudian ada lagi Pembinaan PKK Rp. 25.000.000, kemudian Penyelenggaraan Festival Kesenian, Adat Kebudayaan, dan Keagamaan perayaan hari kemerdekaan, hari besar keagamaan, tingkat Desa Rp. 10.000.000.
Selanjutanya Penguatan dan Peningkatan Kapasitas Tenaga Keamanan Ketertiban oleh Pemerintah Desa Satlinmas desa Rp. 13.200.000, kemudian Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp. 44.700.000, Peningkatan Produksi Tanaman Pangan Alat Produksi dan pengolahan pertanian, penggilingan Padi jagung, Rp. 7.500.000, ada juga Penyertaan Modal BUM Desa Rp. 50.000.000, kemudian Penyelenggaraan Lomba antar kewilayahan dan pengiriman kontingen dalam mengikuti Lomba Desa Rp. 7.080.000.
Masih di tahun 2018 ada juga Penyelenggaraan PAUD TK TPA TKA TPQ Madrasah Non-Formal Milik Desa Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Operasional, Rp. 10.080.000, Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp. 234.845.875, Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain Rp. 296.994.725.
Selanjutanya Penyediaan Insentif Operasional RT RW Rp. 180.000.000, ada juga Penyusunan Pendataan Pemutakhiran Profil Desa (profil kependudukan dan potensi desa Rp. 15.318.250, dan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain Rp. 48.465.000, Kemudian Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Rp. 16.700.000, dan
Peningkatan kapasitas perangkat Desa Rp. 10.000.000, Pemeliharaan Fasilitas Pengelolaan Sampah Desa Permukiman Penampungan, Bank Sampah Rp. 8.000.000.
“Selain itu mas, ada anggaran Pos Kesehatan Desa (PKD) Polindes Milik Desa (Obat-obatan Tambahan Insentif Bidan Desa/Perawat Desa; Penyediaan Pelayanan KB dan Alat Kontrasepsi bagi Keluarga Miskin, Rp. 41.400.000, ada juga Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp. Rp. 31.035.000 dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Desa Rp. 7.200.000,” katanya.
Selanjutnya di tahun 2019 Pagu Rp. 926.625.000, dengan Item Pengembangan Sarana Prasarana Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta Koperasi Rp. 10.300.000 kemudian Pembinaan PKK Rp. 16.600.000, Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebudayaan Rumah Adat Keagamaan Milik Desa Rp. 11.100.000
Kemudian Penyelenggaraan Festival Kesenian, Adat Kebudayaan, dan Keagamaan perayaan hari kemerdekaan, hari besar keagamaan, tingkat Desa Rp. 21.000.000 serta Pembangunan Peningkatan Monumen Gapura Batas Desa Rp. 115.027.400.
“Ada juga Penyelenggaraan Posyandu Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader PosyanduRp. 33.300.000 kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sanitasi Permukiman Gorong-gorong, Selokan, Parit, dan lain-lain, diluar prasarana jalan Rp. 127.624.700 dan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp. 33.039.000 serta
Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp. 19.000.000,” ujarnya.
Untuk di tahun 2020 Pagu Rp. 952.408.000 Item Penyediaan Insentif.Operasional RT RW Rp. 97.200.000, ada Pembinaan PKK Rp. 10.035.000, Kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jembatan Milik Desa Rp. 86.757.000, ada juga
Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp. 25.800.000 kemudian
Penyediaan Insentif Operasional RT RW Rp. 129.600.000.
Di tahun yang sama kembali menganggarkan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan.Pengerasan Jembatan Milik Desa Rp. 86.757.000, dan Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp. 25.800.000 serta Penanggulangan Bencana Rp. 45.198.000.





