“Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan kebersihan lingkungan melalui Jumat bersih, mengkonsumsi makanan bergizi, gerakan masyarakat sehat (Germas), kegiatan PSN plus untuk DBD, dan jika ditemukan kasus penyakit segera melapor ke petugas kesehatan setempat,” imbaunya.
Dirinya menjelaskan, untuk Surveilans dan Imunisasi dengan langkah meningkatkan sistem kewaspadaan dini dan respon dengan berkoordinasi dengan petugas surveilans di Puskesmas untuk melakukan pemantauan aktif penyakit potensial KLB di musim pancaroba, mis: DBD, Flu Singapura, Ispa, dan lain-lain dan segera melaporkan ke dinas kesehatan jika ditemukan kasus tersebut.
“Serta meningkatkan sosialisasi kepada orang tua khususnya yang memiliki balita anak usia 12 tahun untuk datang ke pos-pos pelayanan BIAN agar mendapatkan vaksinasi tambahan Campak dan Rubella juga melengkapi vaksinasi kejar (DPT HIB HB, IPV dan OPV),” jelasnya.
“Tak hanya itu, warga juga perlu mewaspadai penyakit DBD yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Sebab, saat memasuki pancaroba perkembangan jentik nyamuk dapat lebih banyak dibanding biasanya,” pungkasnya.
(WII)





