Dikatakan, virus penyebab peradangan pada liver atau hati itu telah lama terdeteksi di tanah air.
Demikian pula langkah penanganan terus dilakukan Salah satunya dengan melakukan vaksinasi sejak dini bagi bayi baru lahir. Hal itu untuk menekan angka kematian.
“Sebenarnya virus ini sudah ada sejak lama, penanganan juga terus kita lakukan dengan memberikan vaksin kepada bayi sejak lahir. Yang saat ini dikawatirkan angka kematian akibat virus ini bergerak meningkat, ini yang kita waspadai,” ucapnya.
Selain itu, Susi juga menegaskan virus hepatitis akut tidak ada kaitanya dengan covid-19 ataupun dampak vaksinasi covid-19. Sebab kedua virus ini dipastikan berbeda.
Dimana, virus hepatitis akut menyerang saluran pencernaan. Yang diketahui penularannya melalui makanan yang dikomsumsi. Ciri atau gejala antaranya, mual, muntah, pusing dan sakit perut.
“Intinya saluran pecernaan yang diserang dan warna kulit terlihat kuning serta urin seperti warna teh. Bila gejala ini berkelanjut dapat menimbulkan kehilangan kesadaran,” terangnya.
Dengan itu, pihaknya mengimbau orang tua untuk selalu menerapkan hidup bersih dan sehat kepada anak. Yakni, dengan menjaga kebersihan makanan yang akan dikomsumsi oleh anak. Pihaknya juga menyarankan untuk memberikan bekal dari rumah saat bersekolah. (WII)





