“Benar, Bupati sudah memberikan instruksinya agar bagaimana secepat mungkin surfing bisa masuk dalam mata pelajaran ekstrakurikuler,” ungkap Edwin.
Menurut Edwin, pasca gelaran WSL Krui Pro QS 5000 Tahun 2022, sesegera mungkin pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar surfing jika memungkinkan bisa masuk dalam mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) dan bisa terwujud pada Tahun 2023 mendatang.
“Secepatnya kami akan melakukan koordinasi dengan Kemendikbud. Meski tidak bisa diwujudkan tahun ini, akan tetapi kami tetap berharap minimal tahun depan hal dimaksud bisa terwujud,” paparnya.
“Dan jika hal itu terwujud kemungkinan kita akan menggaet para pelatih surfing yang ada di Pesibar sebagai tenaga pengajar di sekolah-sekolah, atau terlebih dahulu kita melakukan pelatihan terhadap guru olahraga kita,” imbuhnya.
Berkaitan dengan fasilitas dan tingkat kesejahteraan para surfer berprestasi, Edwin menerangkan bahwa pihaknya ke depan akan melakukan koordinasi bersama dengan Dinas Pariwisata (Dispar) dan Dinas Pemuda Olahraga (Dispora).
“Terkait fasilitas dan kesejahteraan para surfer berprestasi tetap menjadi perhatian serius Pemkab Pesibar. Karenanya ke depan kita akan melakukan koordinasi dengan OPD terkait, agar bagaimana dua bidang tersebut selain bidang pendidikan bisa ikut tercover,” pungkas Edwin. (WII)





