Ada lagi Dinas Ketahanan Pangan Lambar yang juga berperan penting dalam pencapaian tersebut dengan program Penganekaragaman Konsumsi Pangan Lokal yang meliputi empat point.
Yakni, Program Pangan Mandiri yang dilatarbelakangi oleh adanya pandemi covid-19 sehingga perlu adanya upaya penyediaan pangan masyarakat secara mandiri serta untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan pangan.
Terus, Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang merupakan program pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga dan mendukung program pencegahan dan penurunan stunting.
Serta memberikan bantuan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan sistem swakelola oleh KWT, yang meliputi ruang lingkup kegiatan, Pembuatan rumah bibit, Pengembangan demplot, Penanaman di pekarangan anggota, Pengembangan pasca panen.
Selanjutnya, optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan, dengan pengadaan Bantuan benih, bibit tanaman, bibit buah-buahan, polybag kepada TP PKK Kecamatan dan TP PKK Pekon.
Sebagai stimulan dan percontohan yang diterapkan di Seluruh TP PKK Kecamatan, diantaranya TP PKK Pekon Tribudisyukur, Kebun Tebu dan Pekon Sukaraja, Batu Brak.
Terakhir, pelatihan Pengolahan Pangan Lokal, yakni dengan melaksanakan Pelatihan pengolahan produk turunan kopi Tahun 2021 dan Pelatihan pengolahan produk pangan lokal (berbasis umbi-umbian).
Usai menerima tanda kehormatan itu, Bupati Parosil Mabsus mengucapkan terimakasih utamanya terhadap masyarakat Lampung Barat.
Karena, menurut bupati yang karib disapa Pak Cik itu, tanpa adanya kerjasama dan partisipasi yang baik dari masyarakat, sulit untuk dapat mewujudkan penghargaan bergengsi kelas nasional seperti itu.
“Penghargaan Satyalencana Wira Karya ini saya persembahkan bagi masyatakat Lambar,” tandas Parosil.
(WII)





