GEDONGTATAAN, WAKTUINDONESIA – Pengawas Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, mengakui selama melakukan pembinaan di SMPN20 Punduh Pedada tidak pernah bertemu dengan Dolok Saribu, oknum ASN guru yang diduga tidak pernah menjalankan fungsinya sebagai guru.
Pengawas SMP Punduh Pedada Didi Purwanto mengatakan, pihaknya hanya melakukan pembinaan saja. Akan tetapi setiap melakukan pembinaan di SMPN 20 Punduh Pedada tidak pernah bertemu oknum guru tersebut.
“Kita hanya melakukan pembinaan saja, kalau misalnya ada oknum guru yang tidak menjalankan fungsinya sebagai guru ya kita hanya menyarankan saja agar kepala sekolah memberikan teguran terhadap guru tersebut,” kata Didi saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Rabu 13 Juli 2022.
BACA: Disdik Ungkap Indikasi Baru Soal Dugaan Guru tak Ngajar Sertifikasi Cair: Seret Kepsek?
Dirinya menjelaskan, untuk terkait sertifikasi dan daftar hadir guru tersebut merupakan ranah yang mutlak dari kepala sekolah (Kesek) itu sendiri.
“Kalau itu merupakan ranah kepala sekolah, ya keluarnya sertifikasi itu merupakan pengajuan dan pertanggungjawaban yang mutlak dari kepala sekolah,” ungkapnya.
Sementara itu, oknum ASN guru SMPN 20 Punduh Pedada Dolok Saribu mengatakan, kalau memang dirinya tidak pernah masuk untuk mengajar lalu mengapa sertifikasi tersebut bisa turun.
Baca Berita Sebelumnya: Guru Tak Pernah Ngajar, Sertifikasi Cair Terus, Kepsek Kebingungan
“Kalau saya tidak masuk terus kenapa sertifikasi tersebut bisa keluar. Di situkan ada jam kerjanya. Kenapa bisa begitu?, Jadi tanyakan saja langsung ke kepala sekolahnya,” kata dia.
“Kalau saya tidak masuk berarti tidak ada jam kerjanya, dan sertifikasi tersebut tidak mungkin keluar kalau saya tidak masuk mengajar,” pungkasnya.
(WII)





