“Sepertinya minyak solar yang di SPBU itu jualnya bukan untuk umum saja, soalnya baru aja semalem truk tangki Pertamina bongkar solar siangnya sudah habis,” ungkap Ibrahim.
Warga berharap pemerintah turun tangan mengatasi sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi di SPBU wilayah Tulangbawang.
Karena berdampak terhadap aspek sosial dan ekonomi warga masyarakat melemah.
Selain itu penumpukan kendaraan roda dua dan roda empat hampir di setiap SPBU akibat mengantre BBM bersubsidi dapat terurai.
“Jika tidak sesuai prosedur diharapkan ditindak sesuai aturan berlaku,” ujarnya.
Sementara itu, seorang Pengawas SPBU Pertamina 24.346.139 Lingai Unit 9 Menggala Rimur, Dwi, berkilah jika jumlah volume (kuota) BBM bersubsidi pertalite dan solar dikurangi pengirimnya sejak beberapa minggu lalu.
Namun dirinya enggan menjelaskan berapa kuota pengiriman BBM bersubsidi, khususnya solar sebelum pengurangan.
Dirinya hanya menjelaskan jika pada minggu kedua Agustus 2022 kuota untuk pertalite 8.000 liter dan solar 8.000 liter atau delapan ton setiap dua hari sekali.
“Kami hanya mendapat jatah 8.000 liter (8 ton) saja dalam sekali pengiriman dari Pertamina panjang,” kata Dwi.
(WII)





