Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran Ahmad Syafei menilai, bahwa kenaikan tarif angkot di Pesawaran terlalu terburu- buru, sebab pihaknya belum secara resmi memberikan pengumuman mengenai hal tersebut.
“Dishub Pesawaran akan berkordinasi dengan Kementrian Perhubungan dan Dinas Perhubungan Provinsi mengenai kenaikan tarif secara umum yang ada di Lampung. Karena saya rasa dampaknya memang sudah mulai terasa,” kata dia.
Menurutnya, dampak kenaikan BBM dirasa begitu signifikan, sebab tak hanya angkutan umum saja, angkutan logistik pun menjadi sasaran pertamanya.
“Jadi saya meminta agar para sopir tetap tenang, dan kami secepatnya akan dilakukan rapat mengenai perkembangan selanjutnya,” pungkasnya.
(WII)





