Berapa Tarif atau Tiket DAMRI Lampung Barat, Lebih Murah dari Swasta? Begini Kata Dishub

  • Bagikan

LAMPUNG BARAT, WAKTUINDONESIA – Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) berencana membuka trayek angkutan jalan perintis di Kabupaten Lampung Barat mulai tahun baru, 1 Januari 2023.

Perusahaan plat merah itu bakal menurunkan dua armadanya mengaspal sejauh 91Km per ritasi dan ditempuh sekitar tiga jam.

Trayek DAMRI di Lampung Barat, yakni Liwa – Simpang Mutaralam Way Tenong – Kebun Tebu.

Lantas berapakah harga tiket atau tarif DAMRI di Lampung Barat pada trayek angkutan jalan perintis itu?

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Lampung Barat, Junaidi Jamsari, Jumat, 28 Oktober 2022 pagi, belum bisa mengungkapkan besaran harga tiket atau tarif DAMRI di Lampung Barat tersebut.

Hal itu bakal pihaknya bahas kembali bersama DAMRI.

Kendati begitu, ia menyebut jika tarif DAMRI trayek Liwa-Simpang Mutaralam-Kebuntebu tersebut lebih murah dari angkutan swasta, seperti travel atau bus AKDP.

“Mengenai tarif nanti akan dibicarakan dengan pihak DAMRI. Yang jelas tarif di bawah tarif angkutan dalam kota dalam provinsi (AKDP), karena DAMRI perintis ini tidak komersial,” terang Junaidi.

Seperti diketahui, DAMRI bakal menurunkan dua armadanya mengaspal di Lampung Barat mulai tahun baru 2023. Tepatnya, 1 Januari 2023.

Rute perjalanan maupun jam keberangkatan dua bus perusahaan plat merah yang bergerak di bidang angkutan darat itu telah direncanakan.

BACA: Mulai Beroperasi Tahun Baru 2023, Ini Trayek Damri di Lampung Barat

Menurut Junaidi Jamsari, ada dua titik awal dan akhir keberangkatan bus DAMRI itu.

Yakni, Terminal Pasarliwa Kelurahan Pasarliwa Kecamatan Balikbukit dan Pasar Purajaya Kecamatan Kebuntebu.

Dua armada DAMRI tersebut bakal standby menunggu jadwal keberangkatan di dua tempat tersebut sembari menunggu penumpang.

Adapun jadwal keberangkatan bus DAMRI, yakni pukul 07.00 WIB dan pukul 13.00 WIB.

BACA JUGA:  Jelang Ramadhan, Pemkab - Polres Sidak Harga Sembako di Pasar Gedongtataan, Ini Hasilnya

“Satu bus di Pasarliwa dan satu bus di Pasar Purajaya. Dua bus ini berangkat menuju arah berlawanan, yang dari Purajaya ke Liwa atau sebaliknya setiap pukul 07.00 pagi. Dan berangkat kembali ke arah berlawanan setiap pukul 13.00 WIB atau jam 01.00 siang,” jelasnya.

Artinya tiap bus menjalani dua rit per hari. Total rit dari dua armada itu, empat ritasi.

Tiap rit bakal ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam.

Terkait rute, dari Pasarliwa saat sampai di Simpangtiga Mutar Alam, Waytenong akan menempuh jalur Airhitam kemudian ke Gedungsurian.

Demikian pula sebaliknya, yang dari Purajaya Kebuntebu melalui jalan Gedungsurian-Airhitam-Simpangtiga Mutaralam-Liwa.

“Pasar Purajaya – Tugu Pisang Gedungsurian-Airhitam-SimpangTiga Mutaralam-Liwa. Kita rencanakan (Rute) seperti itu,” terang Junaidi.

Artinya memang kedua bus DAMRI itu tidak melewati Sumberjaya.

BACA:  Ini Rute dan Jam Berangkat Bus DAMRI di Lampung Barat, Tarifnya? Lewat Sumberjaya? Simak Penjelasan Dishub

“Memang tidak lewat Sumberjaya. Kan tidak boleh. Itu jalur bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Kalau DAMRI kan perintis jalurnya pedalaman,” Terang Junaidi.

Nah, bagi calon penumpang dari Pajarbulan atau Sumberjaya sekitarnya bisa menunggu bus DAMRI itu di Simpangtiga Mutaralam. Atau langsung ke Pasar Purajaya.

(WII)

  • Bagikan