Dinas P3AKB Pesisir Barat Hantar 4 Siswi Kembali Sekolah di MAN1 Krui

  • Bagikan

KRUI, WAKTUINDONESIA – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), mendampingi langsung empat dari tujuh siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Krui kembali bersekolah, Senin, 14 November 2022.

Empat siswa tersebut sempat dikeluarkan pihak MAN1 Krui karena diduga telah melakukan pelanggaran disiplin dan melampaui batas poin pelanggatan disiplin yang telah ditentukan satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama itu.

Kepala Dinas P3AKB Pesibar, Budi Wiyono mengatakan, hari ini pihak dari DP3AKB setempat telah mengantarkan langsung siswi yang sebelumnya dikeluarkan dari MAN1 Krui, untuk kembali masuk sekolah sesuai dengan hasil musyawarah bersama semua pihak-pihak terkait.

Dari tujuh siswi, itu ada empat siswi yang ingin kembali bersekolah di MAN 1 Krui tersebut. Sedangkan, tiga siswi lainnya, dua siswi sudah pindah ke sekolah dan satu siswi belum bisa ditemui di rumahnya.

“Sehingga, empat siswi yang siap untuk kembali sekolah di MAN 1 Krui itu kita hantarkan langsung ke madrasah didampingi orangtuanya,” papar Budi.

Dijelaskannya, dalam pendampingan itu Dinas P3AKB Pesibar mengantarkan semua siswi itu ke kelasnya yang juga didampingi oleh guru MAN 1 Krui. Karena dalam pendampingan hingga ke ruang kelas itu juga sekaligus untuk memberikan pemahaman terhadap siswa lainnya baik yang ada di ruang kelas maupun di lingkungan sekolah tersebut.

“Sehingga, diharapkan tidak terjadi aksi bullying, maupun lainnya yang berdampak pada siswi tersebut. Mengingat saat ini kondisi psikis siswi itu juga masih cukup terdampak,” jelasnya.

Masih kata dia, pihaknya juga berharap kepada seluruh guru di MAN1 Krui tu untuk dapat memantau semua siswi yang telah kembali masuk di madrasah itu. Serta dapat memberikan pemahaman kepada siswa ataupun siswi lainnya.

BACA JUGA:  2 November KBM Tatap Muka Dibuka, Surat Kesediaan Sekolah Masih Pakai Yang Lama

Hal ini sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Mudah-mudahan ke empat siswi itu bisa kembali diterima oleh teman-temannya dan tetap mendapat support baik dari teman ataupun gurunya.

“Dinas P3AKB Pesibar tetap akan memantau dan berkoordinasi dengan pihak Madrasah untuk melihat perkembangan empat siswi tersebut,” tandasnya.

Sekadar diketahui, Sabtu (12/11), DP3AKB, Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak (SRA), Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Pesibar, menggelar sharing bersama dengan jajaran pimpinan MAN 1 Krui dan seluruh dewan guru MAN 1 Krui.

Hasilnya, disepakati bersama bahwa MAN 1 Krui siap menerima kembali tujuh siswa yang sebelumnya sudah dikeluarkan dari MAN 1 Krui untuk menyelesaikan tahapan pendidikannya hingga selesai. (WII)

  • Bagikan