“Kami minta masyarakat juga lebih aktif, segera laporkan kepada petugas terdekat manakala mendapati aktifitas yang mencurigakan sehingga dapat secara dini dilakukan tindakan,” himbaunya.
Sikap responsif yang dilakukan Polres Pesawaran tersebut juga diapresiasi sejumlah elemen masyarakat Bumi Andan Jejama yang menolak adanya kelompok Radikalisme maupun Terorisme. Diantaranya yang dikemukakan oleh Tokoh Adat Lampung Erland Syofandi, bahwa Bumi Lampung sangat terbuka bagi siapa saja namun tidak untuk para teroris dan kelompoknya.
“Semua agama suku dan budaya bisa bersama-sama hidup di Kabupaten Pesawaran, tapi kami menolak dan tidak rela ketika ada kelompok Radikalisme atau Terorisme di Bumi Andan Jejama. Kami sudah damai dan hidup dengan saling menghormati menghargai dan menyayangi antar sesama tanpa melihat latar belakang,” kata Erland.
(WII)





