Tiba-Tiba Ikan Mabuk dan Mati di Danau Ranau Lampung Barat

  • Bagikan

“Kami juga masih nunggu hasil uji kualitas air danau, jadi belum bisa memastikan apa penyebab habitat yang ada dalam air danau seperti ikan-ikan tersebut mati,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pengelolaan Pembudidayaan Ikan Umi Fitria, mengatakan hari ini pihaknya tengah ngecek kondisi air danau, meliputi PH (tingkat keasaman air), DO ( kandungan oksigen dalam air), suhu dan kecerahan.

“Kita juga melakukan pendataan jumlah pembudidaya ikan yang terdampak, klau ada pembudidaya yang permodalannya dari perbankan diupayakan ada keringanan waktu pengembalian,” ungkap Umi.

Sementara itu, menurut warga Pekon Kagungan, Soni Irawan (40) mengatakan, ikan-ikan yang mati tersebut awalnya mengapung seperti mabuk, namun lama-kelamaan mati. Tak terkecuali, ikan yang dibudidayakan di dalam KJA.

“Sebenarnya kejadian seperti ini bagi kami, bukan sesuatu yang aneh, karena sudah sering terjadi, beberapa tahun yang lalu juga terjadi seperti ini, tanpa adanya tindakan husus akan normal kembali,” kata dia.

Lanjutnya, warga setempat menyebut fenomena itu bantilehan atau mentileh.

Diduga dampak aktivitas Gunung Seminung sehingga air bisa berubah warna dan mengandung keasaman berlebihan hingga ikan mati.

“Pinggiran Danau Ranau Lumbok Seminung ini, dikelilingi oleh gunung, dan salah satu gunung yang aktif, yakni Gunung Seminung, jadi bisa dimungkinkan berubahnya warna air itu datangnya dari dalam gunung yang aktif tersebut, bahkan bisa jadi mengandung belerang,” sebutnya.

(WII)

BACA JUGA:  Akhirnya, 1 Tersangka Perkara yang Sama dengan Mantan Cabup Pesisir Barat Ditahan Kejaksaan
  • Bagikan