Total hingga tadi siang pihaknya baru mencatat 219 ton ikan mati. Jumlah itu diperkirakan bakal bertambah lantaran ada beberapa yang belum melapor ke pihaknya.
“Jumlah itu sementara yang masuk. Kemungkinan bisa bertambah. Ada beberapa pembudidaya yang belum melapor,” katanya.
Sekadar diketahui, Danau Ranau memiliki luas sekitar 125,95 hektar.
Dari angka itu, sekitar 2,832 hektare secara administratif masuk wilayah Lampung Barat dan baru sekitar lima hektar yang dimanfaatkan untuk budidaya ikan nila via JKA.
Jika normal, hasil produksi ikan nila di Lumbokseminung itu dalam setahun bisa mencapai kurang lebih 6.000 ton dengan penjualan ke berbagai daerah seperti Sumatera Selatan, Jakarta dan Surabaya, Cirebon dan Provinsi Lampung.
“Sebelum adanya fenomena alam ini, dalam sehari para petani KJA bisa memanen ikan 15-20 ton ikan dengan daya jual Rp20 ribu sampai Rp22 ribu,” pungkas Relegius.
(WII)





