“Trend pelanggaran lalu lintas pada tahun 2021 dan 2022 mengalami peningkatan sebanyak 8.729 kasus atau naik 31,28persen, dari data tersebut dapat kita simpulkan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas pada umumnya masih sangat rendah, perlu dilakukan langkah-langkah strategis guna meningkatkan kepatuhan hukum masyarakat akan keselamatan dalam berlalu lintas,” ungkapnya.
“Perkembangan transportasi juga telah memasuki era digital, dimana operasional pelayanan angkutan publik sudah berada dalam genggaman hanya dengan menggunakan alat komunikasi. Modernisasi ini perlu diikuti dengan inovasi dan kinerja polri khususnya polisi lalu lintas, sehingga mampu mengantisipasi segala dampak yang akan timbul dari modernisasi transportasi, diantaranya adalah E-TLE, Sim Online, Signal (Samsat Digital Nasional),” pungkasnya.
Diketahui, Ops Keselamatan Lalu Lintas Krakatau 2023 juga ditandai dengan penyematan pita kepada petugas gabungan, yang terdiri dari petugas kepolisian, TNI, serta petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Pesawaran yang diwakili Sekda Kabupaten Pesawaran Wildan, Dandim 0421/LS diwakili Pabung Pesawaran Mayor Inf. Ihara Wangsa, Anggota DPRD Pesawaran Aria Guna, Pasi Ops Yon 7 Marinir Kapten Hadi Windarko, Kadis Perhubungan Kab Pesawaran Ahmad Safe’i, Kajari Pesawaran diwakili oleh staf Kejaksaan Davit Randi, Kasat Pol PP Kab Pesawaran Effendi, PJU dan para Kapolsek Jajaran Polres Pesawaran.
(WII)





