Selain itu, dirinya mengungkapkan, terkait kepemilikan senjata Air Shoot Gun yang digunakan almarhum untuk melakukan penembakan kantor MUI, pihak keluarga almarhum sama sekali tidak mengetahui dan juga keluarga tidak tahu almarhum mendapatkan dari siapa dia memesan senjata tersebut.
“Almarhum ini sebelumnya pernah bermimpi dan tujuannya ke kantor MUI hanya agar diakui oleh MUI kalau dirinya adalah wakil nabi. Yang mana warga disini sangat paham dengan almarhum ini dan almarhum juga tidak menganut suatu paham atau ajaran lain hanya saja dia mengikuti apa yang ada dalam mimpinya itu saja,” ungkapnya.
“Disini saya mewakili keluarga pelaku ingin meminta maaf pada pihak MUI maupun Polri atas kesalahan yang dilakukan almarhum,” pungkasnya.
Diketahui, yang ikut mengantar almarhum Mustopa menuju pemakaman jenazah yaitu Istri dan keluarga almarhum, Camat Way Khilau, Kapolsek Kedondong dan anggota, Kepala Desa Suka Jaya, Korwilcam Pendidikan Way Khilau dan warga desa setempat.
(WII)





