“Yaitu memperkuat pendidikan dan pelatihan kepemimpinan, fokus pada nilai-nilai etika dan integritas, mendorong partisipasi masyarakat, dan peningkatan komunikasi dan keterbukaan, pemimpin Polri harus menjadi contoh dalam komunikasi yang jelas, terbuka dan efektif,” kata Chryshnanda.
Sementara, Kasespimma Sempim Lemdiklat Polri Brigjen Pol Mardiyono mengatakan, seseorang harus mampu memanfaatkan teknologi informasi dengan baik dan mengekspresikan ide dan pemikirannya dengan baik melalui tulisan.
“Dengan memiliki kompetensi ini, manusia dapat menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era Society 5.0,” terangnya.
Di tempat yang sama, Kasenat Sespimma Angakatan ke–69 AKP Aep Saepulloh menyampaikan, seminar diatas adalah upaya untuk bersama sama menambah pengetahuan dan intelektualitas calon pemimpin.
“Hari ini kita sama-sama belajar dan lebih mengenal mengenai pentingnya empat kompetensi yaitu kepemimpinan, kemampuan bahasa, literasi IT, dan kemampuan menulis dalam era Society 5.0, mengenai gaya kepemimpinan yang
direkomendasikan untuk era Society 5.0,” kata dia.
Menurutnya, alasan mengapa gaya kepemimpinan tersebut dipilih, dan tentang kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan dan gaya kepemimpinan yang direkomendasikan dalam menghadapi tantangan di era Society 5.0.
“Semoga apa yang kita terima hari ini menjadi bekal dan menjadi landasan mengambil tindakan dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.
(WII)





