JAWA BARAT, WAKTUINDONESIA – Peserta didik Sespimma Sespim Lemdiklat Polri angkatan ke-69 menggelar Seminar Nasional (Semnas) yang berlangsung di Gedung Utaryo Sespim Lemdiklat Polri Bandung, Jawa Barat.
Semnas tersebut dilakukan secara offline dan online via zoom meeting dengan mengangkat tema “Meningkatkan kemampuan Kepemimpinan Yang
Berintegritas Dalam Mempersiapkan Pemimpin Polri di Era Society 5.0.”
Seminar diatas diikuti oleh seluruh peserta didik Sespimma Angkatan ke-69 tahun anggaran 2023, perwakilan TNI, peserta didik Sespimmen Polri Dikreg ke-63, Civitas Akademis Sespim Lemdiklat Polri dari beberapa Universitas di Jawa Barat, juga diikuti oleh 1.000 peserta dari berbagai kalangan termasuk mahasiswadari seluruh Indonesia.
Enam narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan Semnas, diantaranya Menteri Investasi Indonesia dan Ketua BPKM (Badan Koordinasi Penanaman
Modal) Bahlil Lahadalia yang diwakili oleh Deputi Bidang Hilirisasi Investasi
Strategi Heldy Satrya Putera, Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman yang diwakili oleh Hakim Konstitusi Suhartoyo.
Kemudian, Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Purwadi Arianto yang diwakili oleh Karobindiklat Brigjen Pol Susilo Teguh Rabarjo, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam Polri) Komjen Pol Mohammad Fadil Imran dan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter Polri) Irjen Pol Krishna Murti, serta Direktur Sekolah Kajian Statejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia Athor Subroto.
Sesuai tema yang diusung dengan digelarnya semnas adalah sebagai upaya mempersiapkan kompetensi dari pemimpin di masa yang akan datang. Menurut para ahli, ada empat kompetensi yang sangat dibutuhkan, yaitu kepemimpinan, kemampuan bahasa, literasi IT, dan kemampuan menulis.
Untuk menjadi manusia yang unggul di era Society 5.0, kompetensi kepemimpinan sangat penting karena memungkinkan manusia untuk mengarahkan dan memotivasi orang lain dengan cara yang efektif. Maka dari itu kemampuan bahasa merupakan hal yang utama, karena manusia akan semakin terhubung dengan berbagai budaya dan bahasa melalui teknologi informasi.
Karenanya, kemampuan bahasa dapat membuka peluang bisnis dan kerja sama global, serta memungkinkan manusia untuk memahami berbagai konteks dan perspektif.
Kasespim Lemdiklat Polri Irjen. Pol Chryshnanda Dwilaksana menyampaikan, guna meningkatkan kemampuan yang berintegritas dalam mempersiapkan pemimpin Polri di era Society 5.0, Polri dapat menentukan langkah-langkah secara tepat dan cepat.





