“Artinya, Pemkab Pesibar juga sangat serius dalam hal membasmi penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Pesibar. Kami juga berharap agar segera dilaksanakannya tes urine dan mungkin langkah lainnya oleh BNN Tanggamus terhadap seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pesibar,” pungkasnya.
Sementara Bentonius Silitonga dalam kesempatan itu mengatakan bahwa terkait permasalahan narkotika saat ini bukan lagi sebagai permasalahan biasa, akan tetapi menjadi kejahatan luar biasa (Extraordinary Crime), karena berdampak terhadap rusaknya kehidupan sosial dalam lingkungan masyarakat, mengancam nyawa manusia, dan merugikan negara dengan nilai cukup besar.
“Di Pesibar sendiri berdasarkan hasil maping fakta-fakta ada tiga titik yang akan menjadi fokus kami kedepan yaitu Kampung Jawa, Serai, dan Pasar Krui, dimana banyak kejadian yang melintas dan tertangkap di luar Pesibar. Belum lagi di Rutan Krui dimana tercatat sebanyak 36 kasus narkotika. Artinya saat ini permasalahan narkotika menjadi Pekerjaan Rumah (PR) kita bersama,” kata Kepala BNN Tanggamus Bentonius Silitonga.
Dijelaskannya, pihaknya sendiri memerlukan kolaborasi antara BNN Tanggamus dengan Pemkab Pesibar dalam hal pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika. “Dengan kolaborasi tersebut maka kita bisa menekan potensi untuk terjadinya penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Pesibar,” tuturnya.
Ditandaskannya, beberapa langkah yang bisa dilakukan melalui OPD terkait mulai dari Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui langkah yang bisa dilakukan seperti rehabilitasi terhadap korban penyalahgunaan narkotika, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melakukan pencegahan sejak dini melalui sosialisasi terhadap kalangan pelajar dan mungkin memasukan mata pelajaran tentang bahaya narkotika dalam Muatan Lokal (Mulok), dan Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP) melakukan langkah sosialisasi terhadap masyarakat secara luas.
“Yang pada intinya keseluruhan langkah yang dilaksanakan adalah menyelamatkan masyarakat kita dan generasi muda kita dari kejahatan dan bahaya narkotika,” tandasnya. (ers/WII)





