“Selain itu, upaya pengembangan perpustakaan Desa dan pembuatan ruang baca publik telah dilakukan, sementara instruksi diberikan kepada para Pejabat Daerah, BUMN, BUMD, dan Swasta untuk menciptakan pojok baca di ruang tunggu layanan mereka,” ucapnya.
Dirinya menghimbau siswa-siswi membaca dan berdoa selama 15 menit sebelum belajar, untuk membiasakan membaca materi di luar pelajaran, memperluas wawasan, dan membentuk generasi pembelajar sepanjang masa. Kebiasaan ini telah diterapkan di tingkat SD, SMP, SMA/SMK.
Seminar pendidikan tersebut diikuti sekitar 457 peserta dari Kabupaten Pesawaran, termasuk Kepala TK Pembina, Kepala TK Percontohan dua orang, Kepala Sekolah SD Negeri dan Swasta 300 orang, Kepala Sekolah SMP Negeri dan Swasta 66 orang, Pengawas Sekolah 35 orang, pemilik Sekolah 11 orang dan PGRI (33 orang).
Hadir dalam acara tersebut Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbudristek RI, perwakilan Pengembangan Teknologi Pembelajaran Kemendikbudristek, Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Lampung, Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran, pejabat struktural Kabupaten Pesawaran, serta Koordinator Wilayah Camat se-Kabupaten Pesawaran.
(WII)





