Agus menerangkan, kegiatan itu juga merupakan sebuah kampanye untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan memakai sabun oleh masyarakat sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia. “Dimana angka kematian untuk anak-anak lebih dari 5.000 anak balita penderita diare meninggal setiap harinya di seluruh dunia. Hal itu akibat kurangnya akses air bersih dan fasilitas sanitasi dan pendidikan kesehatan,” ungkapnya.
“Berdasarkan hasil penelitian, dengan perubahan prilaku sederhana seperti mencuci tangan memakai sabun dapat mengurangi angka kematian terkait diare hampir 50 persen,” timpal Agus.
Orang nomor wahid di Pesibar itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut membiasakan cuci tangan pakai sabun dengan air bersih yang mengalir. “Mari kita bersama-sama berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik,” tukasnya. (ers/WII)





