“Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pesawaran juga sedang menyusun IAD (Integrated Area Development) untuk meningkatkan skala ekonomi dan nilai tambah produk di dalam dan atau di luar kawasan hutan,” tuturnya.
Lanjut Dendi, Pemerintah Provinsi Lampung memberikan bantuan Alat Ekonomi Produktif (BAEP) dan bibit produktif melalui Gerakan Lampung Menghijau (GELAM), serta melibatkan kegiatan penanaman pohon bersama untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.
“Harapan saya, bantuan ini akan menambah semangat para KTH dalam menggarap lahan, sehingga pembangunan pertanian dan perhutanan sosial di Kabupaten Pesawaran dapat berjalan secara optimal, untuk mewujudkan masyarakat Lampung Berjaya,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Gubernur Lampung beserta jajaran Kepala OPD Pemprov Lampung, serta perwakilan dari berbagai instansi termasuk Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan, BPKH Wilayah XX Bandar Lampung, BPHL Wilayah VI Bandar Lampung, BPDAS Way Sekampung Way Seputih, BAPPEDA Kabupaten Pesawaran, dan Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pesawaran.
Turut hadir juga Kepala Balai PSKL Wilayah Sumatera, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu, Pimpinan PT. Inhutani V, Pimpinan PT. Papandayan Cocoa Industries, Para Pemenang Lomba Wana Lestari Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2023, Para Penerima Bantuan Alat Ekonomi Produktif dan Penerima Bantuan Bibit GELAM serta Petani Hutan Pemegang Persetujuan Perhutanan Sosial.
(WII)





