“Dengan adanya tindakan tanggap darurat ini, diharapkan distribusi air ke wilayah pertanian bisa kembali normal dalam waktu dekat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Trimulyo, Tasman, menjelaskan bahwa bendungan tersebut sangat vital bagi pengairan lahan pertanian di kedua desa tersebut.
“Keberadaan bendungan ini sangat penting. Tanpa air yang cukup, para petani kesulitan dalam mengolah lahan pertanian mereka,” kata dia.
Pemerintah setempat dan warga desa sempat bergotong-royong untuk memperbaiki bendungan secara manual, namun upaya tersebut tidak berhasil.
“Upaya manual yang dilakukan masyarakat tidak cukup kuat untuk menahan kerusakan. Oleh karena itu, kami melaporkan kejadian ini kepada Bupati Pesawaran, dan Alhamdulillah beliau merespons dengan cepat,” ujarnya.
“Kami berterima kasih atas tanggapan cepat dari Bapak Bupati dan dukungan dari berbagai pihak dalam menangani masalah ini,” pungkasnya.
(WII)





