Pilkada Pesawaran Damai, Rama: Jangan Tebar Fitnah di Media Sosial

  • Bagikan
Akun facebook atas nama pasukan_ariessandi_supriyanto/Foto: screenshot

“Selain itu untuk kendaraan Innova BE 44 R itu bukan kami yang menggunakan tapi Ahmad Kurnain Ketua DPD LMP Pesawaran dan untuk kendaraan Terios BE 1137 RZ itu dipakai oleh Ketua MPAL Kabupaten Pesawaran. Itu bisa dilihat dan bisa dibuktikan secara langsung ke Pemkab Pesawaran,” ungkapnya.

“Jadi foto mobil yang beredar itu saat istri saya menghadiri kegiatan Paslon Bupati nomor urut 2 Nanda – Anton di Desa Sukamandi Kecamatan Waylima Kabupaten Pesawaran, dan istri saya hadir disana sebagai Relawan Persatuan Sobat Nanda (PESONA) bukan Srikandi Dermawan, karena Srikandi Dermawan tidak ikut berpolitik,” timpalnya.

Dirinya menegaskan, bahwa hal tersebut masuk dalam pencemaran nama baik, dan masuk kedalam tindak pidana Undang-undang ITE, karena sudah menyebarkan berita bohong di media sosial Facebook dengan akun Pasukan_Ariesandi_Supriyanto tersebut.

“Saya berharap Pilkada Pesawaran ini kita buat suasana politik yang riang gembira, aman juga damai. Beda pilihan itu biasa tapi jangan sampai beda pilihan kita sampai buta mata buta hati menyerang calon atau tim lain dengan fitnah dan hasutan yang justru akan membuat kita terpecah belah. Nanti orang yang jadi kita masuk penjara karena menebar fitnah di media sosial,” harapnya.

Pencemaran nama baik itu diatur dalam pasal 433 Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 atau yang lebih dikenal dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP Baru, Perbuatan pencemaran nama baik itu dilakukan melalui media sosial secara khusus perbuatan itu diatur Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Pasal ini melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

BACA JUGA:  Lapangan Tembak Kipan A 143 Ludes Terbakar, Ini Sebabnya

Pasal di atas mengacu pada ketentuan penghinaan nama baik dan/atau fitnah sebagaimana diatur dalam KUHP. Adapun ancaman hukuman pencemaran nama baik, pelaku dapat dijerat pidana penjara paling lama empat tahun dan/atau denda penghinaan nama baik paling banyak Rp750 juta.

Sementara itu, Ketua Majelis Punyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesawaran, Farifki Zulkarnaen Arif gelar Suntan Junjungan Makhga mengatakan, bahwa plat yang ada di dalam narasi tersebut merupakan nomor kendaraan yang dirinya gunakan.

“Ya benar, kendaraan mobil Terios BE 1137 RZ merupakan kendaraan yang saya gunakan. Jadi narasi yang beredar di medsos itu salah dan menyesatkan,” pungkasnya.

(WII)

  • Bagikan