Dimana jembatan mengalami kerusakan yang cukup parah dan tidak dapat dilalui. Kerusakan itu mencakup keseluruhan bangunan jembatan dengan panjang 8 meter dan lebar 3 meter.
Akan kejadian itu, pihaknya juga telah berkordinasi dengan pihak-pihak terkait, yakni Dinas PUPR Lambar untuk penanganan darurat. Salah satunya untuk segera membuat jembatan darurat sebagai akses bagi masyarakat menjalankan aktifitas.
“TIM bersama PUPR telah kelokasi dan segera melakukan penanganan darurat agar akses masyarakat dapat berjalan dan tidak terganggu,” katanya lagi.
Padang mengatakan, dengan melihat kondisi dari dampak yang ditimbukan oleh bencana tanah lonsor memerlukan penangan pembangunan jembatan secara permanen untuk menunjang mobilitas masyarakat sekitar.
Dengan kondisi yang saat ini memasuki masa puncak dari cuaca ektrime, bila tidak cepat ditangani ditakutkan akan menimbulkan kerusakan yang lebih parah.
“Pastinanya harus ada pembangunan kembali jembatan baru. Karena dampak longsor yang cukup parah,” ucapnya.
Padang menghimbau, untuk masyarakat yang berada sekitaran longsor untuk selalu waspada dan siaga. Sebagai langkah antisipasi terjadinya longsor susulan, karena kondisi saat ini masih memasuki masa penghujan dengan intensitas cukup tinggi.
“Masyarakat yang beraktifitas dan bermukim di sekitar area bencana longsor agar memperhatikan rambu-rambu yang telah dipasang BPBD, utamanya bagi pengguna jalan,” pungkasnya. (wi)





