Farifki juga mengatakan, segala sesuatu perbuatan yang diawali dengan kebohongan, kedepannya orang tersebut akan terus melakukan kebohongan-kebohongan lainnya.
“Sekali orang sudah berbohong, maka selama hidupnya akan dicap sebagai pembohong. Jadi daripada berbicara tidak sesuai fakta, lebih baik ungkapkan kebenaran meskipun pahit. Kalau hidup sudah tidak jujur pasti kedepannya akan hancur,” ujarnya.
Untuk itu, lanjutnya, Aries Sandi harus meminta maaf secara langsung dan terbuka kepada masyarakat, para tokoh pendiri Pesawaran, dan para penyelenggara pemerintahan atas kebohongan yang dia lakukan sejak 2010 saat menjabat bupati dan sampai dengan saat ini yang kebohongannya baru terungkap di tahun 2025.
“Aries Sandi wajib minta maaf atas kebohongan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, baik secara hukum maupun secara politik selama memimpin Pesawaran dengan menggunakan dokumen palsu,” pungkasnya.
(WII)





