Menurutnya ambruknya jembatan tersebut sudah dari 1 tahun lalu tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, hanya kendaraan roda 2 yang dapat melintas.
“Kemarin Hari kamis tanggal 27 Februari 2025 di guyur hujan lebat sehingga menyebabkan air meluap, meluapnya sungai yang membawa material kayu dan sampah yang akhir jembatan rubuh tak bisa lagi di lalui sama sekali,” ujarnya.
Warga sekitar berharap ada perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran, karena jembatan tersebut merupakan akses jalan warga setempat, dan sejauh ini pemerintah desa telah melaporkan ke dinas terkait hal tersebut.
(WII)





