WAKTUINDONESIA – Korban Penggelapan Mobil Eri Novrizal warga Desa Gedong Tataan Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung meminta Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika, untuk segera mengevaluasi AKBP Heri Sulistyo Nugroho dari Jabatannya sebagai Kapolres Pesawaran.
Uda Eri biasa di sapa menyesalkan kinerja Kepolisian Resort Pesawaran terkait laporan penggelapan mobil dengan type Blazer warna Silver dengan nomor polisi B 70XX GB, yang dilaporkannya tidak kunjung ada kejelasan, dia menceritakan, pada tahun 2023 yang lalu telah melaporkan ke Polresta Bandarlampung, namun karena locus delicti di Pesawaran sehingga akhirnya kasus tersebut dilaporkannya ke Polres Pesawaran.
“Sudah hampir 2 tahun laporan saya mangkrak, padahal semua jelas, mobil saya awalnya dipinjam oleh terlapor dan tidak kunjung kembali, saya sudah cek sana-sini dan mendapat info bahwa terlapor sekarang ada di Deli Serdang, sedangkan unit kendaraan ada di Palembang karena sudah digadaikan oleh terlapor ini,” jelasnya, Minggu 10 Agustus 2025.
Eri sangat menyayangkan lambannya penanganan atas laporan dari masyarakat Kabupaten Pesawaran, padahal kata dia, baik pelaku dan yang menerima gadai mobil miliknya tersebut jelas keberadaannya karena ponsel yang bersangkutan masih aktif hingga sekarang.
“Mereka (pelaku-red) seperti tidak ada beban, nomor tetap aktif hingga kini, lebih parahnya lagi penerima gadai mobil memakai foto mobil saya sebagai foto profil whatsapp,” ujarnya.
“Penyidik bilang untuk kasus yang perlu dilakukan perjalanan jauh tidak ada anggarannya, saya juga heran, kenapa bisa begitu karena setahu saya pengeluaran selama proses penanganan kasus ditanggung negara,” timpal Eri.
Dengan fakta-fakta tersebut Eri meminta Polda Lampung untuk mengevaluasi Kapolres Pesawaran karena dinilai kurang cakap dalam menjalankan amanah sehingga kasus yang mangkrak belum bisa diselesaikan.
“Anak buah kan apa kata atasan, jadi Polda Lampung bisa menelaah mana kinerja baik nyaa kinerja buruk, kalau saya yang dari kalangan jurnalis saja mendapat perlakuan seperti ini bagaimana saudara-saudara kita yang di daerah terpencil jika ingin mencari keadilan,” sesalnya.
Kejadian tersebut mendapat reaksi keras dari salah satu masyarakat Pesawaran Heri Kodri. Pria yang akrab disapa Eeng tersebut mengatakan Kapolres sebagai pucuk pimpinan institusi kepolisian di Pesawaran harusnya jeli dalam menyelesaikan kasus hukum yang ada di Bumi Andan Jejama.
“Seharusnya Kapolres membuat sejenis rapat koordinasi untuk mengetahui kasus-kasus mangkrak yang belum diselesaikan, jadi semuanya diinventarisasi dan kemudian diselesaikan sesuai tupoksi kepolisian,” tegas Heri Kodri.





