Hasil peninjauan lapangan juga mencatat bahwa kawasan di sekitar RS Urip Gedong Tataan memang merupakan wilayah yang secara historis kerap mengalami genangan air saat curah hujan tinggi, bahkan sebelum adanya pembangunan rumah sakit. Kondisi ini diketahui oleh masyarakat sekitar maupun pihak rumah sakit, sehingga sejak awal pihak RS telah menyiapkan sistem drainase untuk menampung limpasan air hujan.
Meski demikian, tim menemukan bahwa saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi, genangan air masih terjadi di ruas jalan depan RS Urip Gedong Tataan. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan kapasitas gorong-gorong di bawah jalan raya (jalan nasional) yang tidak mampu menampung debit air hujan dalam jumlah besar.
Selain itu, saluran drainase milik desa yang berada di seberang jalan depan rumah sakit diketahui memiliki ukuran yang relatif kecil, terdapat timbunan sampah, serta kurangnya pemeliharaan, sehingga menghambat kelancaran aliran air.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Pemkab Pesawaran merekomendasikan sejumlah langkah strategis. Pelaku usaha diimbau untuk membangun embung atau kolam retensi yang berfungsi menampung limpasan air dari area belakang rumah sakit. Selain itu, pelaku usaha juga didorong untuk melakukan kolaborasi pengendalian banjir dan normalisasi drainase bersama pemerintah desa, masyarakat sekitar, serta pihak-pihak terkait lainnya.
Pemerintah daerah juga akan melakukan koordinasi dengan balai atau kementerian yang menangani jalan nasional guna mengkaji kemungkinan pelebaran atau peningkatan kapasitas gorong-gorong yang melintas di bawah jalan nasional tersebut. Pengawasan terhadap debit air dan kondisi saluran drainase akan dilakukan secara intensif sebagai langkah mitigasi ke depan.
(WII)





