Sementara, seorang warga mengatakan kinsumen sudah cukup sabar dengan ulah petugas PDAM yang terkesan tidak begitu menghiraukan saat ditanya terkait matinya air bersih tersebut.
“Dalam sebulan ini paling cuma dua kali mengalir itu pun cuma sebentar, dan saat kami laporan petugasnya terkadang gak menggubris, sementara bayaran bulanan kami terus ditagih,” ujar warga.
Dalam unjuk rasa tersebut, Gunawan, salah satu perwakilan petugas Kantor Cabang Perumda Limau Kunci di Pekon Hanakau menanggapi keluhan masyarakat dengan membuat surat perjanjian.
Intinya surat perjanjian itu berisikan pihak PDAM Limau Kunci berupaya memaksimalkan aliran air dalam kurun waktu satu pekan kedepan.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menormalkan aliran air dan dengan ini kami minta waktu satu minggu kedepan untuk menormalkan aliran air tersebut,” pungkasnya.***





